Selasa, 09 Juli 2013

Kata Mereka Orang Terdekatku




Kata Ebes, “Cewek tuh nggak perlu sekolah tinggi-tinggi, karena ntar cewek bakalan punya imam yang mau nggak mau ya harus nurut.” pas lagi galau merencanakan kuliah.



Kata Ebes, “Itu keinginan, bukan kebutuhan.” pas aku lagi minta sesuatu.


Kata Bu Marta, “Nggak papa, kalian sekarang yang sengsara dan berjuang demi kebaikan. Kelak kalian juga yang akan memetik buahnya” pas lagi bingung cari solusi masalah organisasi.

Kata Nene, “Cinta itu selalu ada 2 sisi, sedih dan bahagia. So what will you do?” mungkin lebih tepatnya, so what will you choose kali ya? Choose tuh memilih, kalo pilih apaan ya? Bodo amat lah.


Kata Nene, “Semangat bro, berani jatuh berani sakit” sampai saat ini aku berfikir kurang keren aja tuh kalimat.


Kata Nene lagi, “Digantung i lebih sakit dari pada diputus :’(“ gatau juga sih, belum pernah ngerasain diputus :p


Kata Wawa, “Malas bisa dirubah dillo, jangan dibiasain malahan” Siap Wawa ^^>


Kata Wawa, “Suatu saat orang yang masih bersikap seperti anak kecil akan membutuhkan kedewasaan untuk menjalani hidup” begitu kurang lebih intinya.


Kata Saroni, “Cowok tuh kalo dikasih perhatian yang lebih sama lawan jenis pasti bakalan luluh, walaupun awalnya dia nggak ada rasa sama sekali. Beda dengan cewek, sekali nggak ya enggak” itu versi bahasa indonesianya.


Kata Buto, “Kalau aku bingung, kamu bingung, terus siapa yang nggak bingung?” versi indonesia.


Kata Peje, “Kemenangan tuh bukan dilapangan, tapi di sini” *nunjuk dada




@dillasz 

It's Just The Beginning

     Aku dapet saran nih dari seseorang. Katanya tuh aku suruh nulis saran yang udah aku kasihin ke temen-temen yang biasanya cerita. Yah, menurutku saran yang menarik, hehe.

Katanya, “Jarang lo jalan keluar itu muncul 2x. Kan kalo ditulis awet” Setuju deh! ^^

    Tapi pada dasarnya aku tuh nggak bisa nulis. Liat aja tuh, belepotan gitu kan? Puitis aja nggak bisa. Tapi, kata sumber yang pernah aku baca, "Seseorang yang nggak puitis sekalipun bakalan bisa puitis kalo udah kena yang namanya cinta." Bener banget tuh!
      Mangkanya itu, sekarang aku ikutin deh masukannya dia. Mulai sekarang, tak abadikan wae. Selamat membaca yang sedang baca. Semoga bermanfaat bos! ^^



Selasa, 28 Mei 2013

Malam Minggu Marco

     Hallo brroo!!! Ada tugas Bin nih suruh buat drama. Kita milih direkam aja. Jadidalam bentuk video. Trus anak2 gamau ribet, akhirnya marodi Malam Minggu Miko deh yang episode Kencan Buta Agnes. Sorry nih seadanya. Nggak telaten ngedit bro. Kesusu pisan. Trus aku nggak telaten juga buat ngupload video nya lagi. Nih langsung ke link nya aja yah!



Selamat nonton! ^^



@dillasz

Sabtu, 25 Mei 2013

Mawar Berduri

By : A. Riyanto


Tertulislah kisah, tentang bunga mawar 
Di tengah belukar yang penuh dengan duri 
Semerbak harumnya yang tiada tara 
Siapapun ingin memetik bunga itu

Banyaklah kumbang datang ingin menghisap madunya 
Aduh sayang 
Banyak kumbang yang mati karena tertusuk duri
Aduh sayang


Kau memberi hati kepada diriku 
Seluruh hidupku, kudambakan padamu 
Tak kusangka sangka bukan hanya daku 
Mendapat kasihmu membuat hati luka

Mawar berduri, kini kupergi
Dengan membawa luka di hati
Mawar berduri, cukup sekali 
Kau melukai hatiku, hatiku


Selasa, 15 Januari 2013

Injusticia

     Bagaimana bisa orang lain ngehargai kita kalo kita nggak ngehargai orang lain! Siapa sih yang nggak ngerti sama pernyataan itu? Pastinya kita juga pernah ngucapin walaupun satu atau dua kali doang. Tapi sebernya siapa sih yang bikin pernyataan itu? Apakah kenyataan selalu berpihak dengan pernyataan itu? Apakah pernyataan itu selalu bener? Jika iya, kenapa masih ada orang lain yang selalu ngehargai orang lain tapi dia orang lain itu nggak dapet apa yang semestinya dia dapet dari orang lain. Paham nggak paham pahamin aja deh ya? Hehe. Tapi emang iya loh. Nggak semua pernyataan benar itu benar. Contohnya pernyataan di atas. nggak semua orang lain yang ngehargai orang lain juga dihargai orang lain. Kalau gitu ngenes banget yah hidup kalau nggak dihargai orang lain padahal kita udah ngehargai orang lain. It feels INJUSTICIA!!!! Tuhan itu Maha Adil. Tapi nggak selamanya dunia adil kepada kita. Just close your eyes, and feel that sensation. Trust me, God always beside us ^^


Minggu, 06 Januari 2013

Lets Make a Friend!


     Nggak ngerti aja ya, kenapa sampai sekarang orang-orang tuh masih memperdulikan teman sebangku. "We nyapo lungguh nang kene?" "Heh, iki wes dipesen loh" "Heh, ngalih-ngalih!" "Heh heh, kene lungguh mbek aku" " 'Aku lungguh kene yo?' 'eh ojo. wes enek wonge'" (padahal orangnya markir motor di sekolah aja belom). Apa hubungannya dengerin guru nerangin materi sama temen sebangku? Plis, nggak ada hubungannya sama sekali. Mengaruhi mood? Masak? Iya kalo dia bawel setengah mati baru tuh suruh pergi jauh-jauh. Tapi kalo tuh anak biasa aja? Apa salahnya? Apa salahnya sih punya temen baru? Sharing-sharing kek! Kita tuh udah SMA ya? Bukan SD lagi. Semua temen tuh sama aja. Senajis apa sih temen mu itu sampai-sampai suruh pindah tempat duduk atau kamu sendiri yang lebih milih pindah tempat? Atau seberhargakah BF mu itu sampai-sampai harus "dia" yang duduk disampingmu? Kita nggak bisa hidup nggantungin "dia" doang. Ntar kita juga bakalan bertemu dengan banyak banget manusia di masa depan. Bahkan berbagai suku dan kebiasaan mereka masing-masing, yang jelas beda dengan kebiasaanmu. Udah gedhe juga kan ya? Lebih banyak temen lebih enak juga kan? Open your eyes guys! Lets make a friend! ^^




Senin, 22 Oktober 2012

Langit dan Tanah

Ada sebuah cerita. Ini tentang langit dan tanah.

Langit berwarna biru, sedangkan tanah berwarna coklat. Semua orang tau itu.
Langit berada diatas, sedangkan tanah berada dibawah. Semua orang juga tau itu.
Langit tidak bisa dijadikan pijakan oleh semua makhluk hidup, sedangkan tanah sebaliknya. Dan semua orang juga tau itu.

Tanpa tersadari keduanya saling membutuhkan.

Saat langit menangis, dengan sendirinya tanah akan menjadi sapu tangan baginya.
Bahkan saat tanah membutuhkan perlindungan, dengan sendirinya langitpun menjadi tenda pelindung baginya.

Namun perbedaan kadang kala menjadi kendala bagi mereka.

Ketika tanah hanya terdiam membisu, mengapa langit tak hentinya berbicara?
Dan ketika tanah selalu terdiam membisu, tapi mengapa langit terus berjalan seolah tanah tak terlihat?

Apakah ini sudah menjadi takdir ketika tanah tak bisa berada diatas dan langit tak pernah berada dibawah?


by : @ilenadmsy / @dillasz